KABAR TERKINI ::.
Gelar Operasi Wira Waspada, Imigrasi Tanjung Pandan Deportasi Satu Warga Negara Tiongkok
Kantor Imigrasi Tanjung Pandan melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Wira Waspada yang dilakukan secara serentak oleh jajaran Imigrasi di seluruh wilayah Indonesia pada 7-10 April 2026.
Langkah responsif ini berawal dari pengawasan intensif yang dilakukan oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Tanjungpandan pada 9 April 2026. Petugas menyisir sebuah area peternakan di kawasan Dusun Munsang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. Di lokasi tersebut, tim menemukan seorang pria berkebangsaan Tiongkok berinisial CX (39 Tahun) yang sedang beraktivitas sebagai pekerja.
Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen secara mendalam, ditemukan bahwa izin tinggal yang dikantongi oleh CX tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya. Alih-alih digunakan sesuai peruntukan resminya, ia justru menyalahgunakan izin tersebut untuk bekerja di sektor peternakan.
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Pandan, Heryansyah Daulay, menegaskan bahwa penegakan hukum ini adalah bagian dari dedikasi instansinya dalam mengawal stabilitas wilayah, khususnya di Pulau Belitung. Melalui Operasi Wira Waspada, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap orang asing wajib tunduk pada regulasi yang berlaku. “Tindakan deportasi ini adalah pesan jelas bahwa kami tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran izin tinggal demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Pulau Belitung" ujar Heryansyah Daulay.
Heryansyah juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran serta warga sekitar. Menurutnya, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mendeteksi potensi pelanggaran hukum di lapangan. “Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang proaktif dan peduli dalam melaporkan keberadaan orang asing yang mencurigakan di lingkungan mereka. Kerja sama seperti inilah yang kita butuhkan ke depannya,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut pendeportasian, WN Tiongkok tersebut kini telah dipulangkan ke negara asalnya. Proses pemulangan dilakukan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tak hanya dideportasi, yang bersangkutan juga secara resmi dimasukkan ke dalam daftar penangkalan guna mencegah kepulangannya ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu.
Komitmen pengawasan terhadap Orang Asing dipastikan tidak akan berhenti pada operasi ini saja. Kantor Imigrasi Tanjung Pandan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan konsisten dan berkelanjutan demi memastikan kehadiran Orang Asing memberikan manfaat, bukan menjadi ancaman bagi kepatuhan hukum di Indonesia.
Imigrasi Berlakukan WFH pada hari Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal
JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mulai memberlakukan kebijakan Bekerja dari Rumah (Work From Home/WFH) pada hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara yang menjalankan tugas dukungan manajemen dan/atau tugas administratif. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah dan Surat Edaran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2026 dan berlaku mulai Jumat (10/4/2026).
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa kebijakan ini untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan energi secara lebih efisien, serta menjamin perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.
"Kami memastikan bahwa operasional layanan keimigrasian tidak akan terganggu. WFH diperuntukkan bagi ASN yang melaksanakan tugas dukungan manajemen. Untuk petugas layanan ataupun yang melakukan pengawasan keimigrasian, tetap bekerja sebagaimana biasa," ujar Hendarsam pada Rabu (8/4/2026).
ASN yang tetap bertugas seperti biasa di hari Jumat meliputi seluruh personel yang bertugas di Kantor Imigrasi (pelayanan paspor dan izin tinggal), tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) di bandara internasional, pelabuhan, dan pos lintas batas negara serta unit intelijen dan pengawasan keimigrasian.
Ditjen Imigrasi juga melakukan pengawasan ketat terhadap efektivitas kerja pegawai yang menjalankan WFH. Setiap atasan langsung diwajibkan memantau hasil kerja harian guna memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor secara fisik.
Sebagai penutup, Hendarsam Marantoko memberikan pesan bagi seluruh jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia untuk tetap memprioritaskan kepentingan publik.
"Kepentingan masyarakat adalah prioritas utama. Saya menginstruksikan kepada seluruh kepala kantor wilayah, kepala kantor imigrasi dan kepala rumah detensi imigrasi untuk memantau langsung di lapangan dan memastikan layanan tetap berjalan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Pelaksanaan WFH tidak boleh sampai mengurangi kualitas pelayanan yang selama ini kita bangun," pungkas Hendarsam.
Menteri Imipas Lantik Dirjen Imigrasi serta Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum
Jakarta — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melantik dan memimpin pengambilan sumpah dua Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4), di Jakarta. Dua pejabat yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum Kemenimipas.
Bersamaan dengan pelantikan tersebut, dilaksanakan serah terima jabatan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi dari Brigjen Pol. Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko. Yuldi Yusman telah mengemban amanah sebagai Plt. Dirjen Imigrasi selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan selamat kepada kedua pejabat yang baru dilantik, sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan membawa tanggung jawab yang melampaui sekadar pelaksanaan tugas administratif. "Semoga amanah yang resmi saudara emban mulai hari ini bukan hanya sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga sebagai panutan dalam profesionalisme dan etika kerja," ujar Menteri Agus.
Ia mengingatkan bahwa Kemenimipas, sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, mengemban kewenangan yang merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh jajaran kementerian dituntut memberikan kontribusi terbaik demi mendukung tercapainya tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam alinea keempat UUD 1945. "Perlu kita sadari bahwa segala kewenangan yang kita miliki adalah merupakan pendelegasian dari kewenangan Bapak Presiden kepada kita sekalian," tegasnya.
Menteri Agus juga menekankan bahwa seluruh anggaran yang membiayai kegiatan kementerian bersumber dari uang rakyat, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan harus sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Menteri Agus turut menyampaikan pesan filosofis yang mendalam kepada seluruh hadirin. Ia mengajak para pejabat untuk memandang setiap momen sebagai kesempatan baru untuk berbuat bermakna, alih-alih terbebani oleh rutinitas jabatan semata.
"Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa. Mudah-mudahan sisa perjalanan yang ada adalah manfaat kepada orang lain. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada bersama kita, bukan hanya kelihatan hidup, tetapi benar-benar hidup," tuturnya.
Dengan kerangka pikir tersebut, Menteri Agus mendorong seluruh jajaran untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan menatap ke depan dengan orientasi yang jelas: menjadi berarti bagi sesama. "Saudara sekalian telah mencapai puncak jabatan, namun arah gerak saudara ke depan akan menentukan seberapa besar makna kehadiran saudara bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.
Pencapaian puncak karier, tegasnya, bukanlah tujuan akhir. Ia mengingatkan bahwa jabatan tertinggi sekalipun hanya bermakna apabila digunakan sebagai sarana untuk meninggalkan jejak kebaikan. "Jadikan jabatan ini sebagai alat untuk memperluas manfaat, bukan sekadar gelar atau untuk kebanggaan pribadi semata. Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menciptakan perubahan yang bermakna, memperkaya pengalaman, dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi pengganti dan penerus," pungkasnya.
Kepada Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi yang baru, Menteri Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kebijakan serta program-program keimigrasian.
"Semoga di bawah kepemimpinan Bapak, Imigrasi memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat, menjadi instansi yang kuat, dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi yang lain," pesan Menteri Agus.
Sementara kepada Iwan Santoso, Menteri Agus menegaskan bahwa posisi Staf Ahli Menteri bukan jabatan seremonial, melainkan peran yang bersifat strategis dan krusial dalam proses perumusan kebijakan. "Jabatan staf ahli adalah jabatan strategis. Saudara diharapkan menjadi radar sekaligus kompas bagi saya dalam merumuskan kebijakan," ujarnya.
Menutup arahannya, Menteri Agus menekankan bahwa di tengah dinamika global yang terus berubah, seluruh insan Kemenimipas tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan yang lama. Soliditas internal dan kolaborasi lintas fungsi menjadi keniscayaan. "Saya berharap kepada seluruh insan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat terus menjaga soliditas, menjaga kekompakan, kerja sama kolaborasi dan komunikasi, baik internal maupun eksternal," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agus pun menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Brigjen Pol. Yuldi Yusman atas dedikasi selama menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur Jenderal Imigrasi.
"Atas nama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Yuldi beserta ibu yang telah mengabdikan pengabdiannya kepada institusi Imigrasi selama ini. Begitu banyak capaian positif dan prestasi selama era kepemimpinan beliau," ujar Menteri Agus.
Ia berharap agar seluruh capaian yang telah dibangun selama masa kepemimpinan Yuldi Yusman dapat dipertahankan dan terus dikembangkan oleh kepemimpinan yang baru. Menteri Agus menutup sambutannya dengan mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga keutuhan institusi sebagai rumah bersama.
"Pohon besar Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan milik kita bersama yang harus kita jaga keutuhan dan kekokohannya sebagai tempat kita berteduh dan bernaung bagi rekan-rekan sampai nanti saat purnatugas," tutupnya.
Kantor Imigrasi Tanjung Pandan Sambut Direktur Jenderal Imigrasi Baru dan Sampaikan Apresiasi kepada Plt. Dirjen
Kepemimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi resmi berganti pasca dilantiknya Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andriyanto pada Rabu (1/4/2026) di Aula Jusuf Adiwinata, Gedung Kemenimipas, Jakarta.
Atas pelantikan ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Pandan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi yang baru. Harapan besar muncul di bawah kepemimpinan baru ini agar Imigrasi Indonesia semakin maju, inovatif, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Semoga Bapak Hendarsam diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan amanah baru ini” ujar Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Pandan, Heryansyah Daulay.
Dalam momentum pergantian kepemimpinan tersebut, Kantor Imigrasi Tanjung Pandan juga menyampaikan apresiasi kepada Yuldi Yusman atas dedikasi dan kerja kerasnya selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi sejak April 2015.
“Terima kasih atas bimbingan dan pengabdian Bapak Yuldi Yusman yang telah menjaga stabilitas serta kinerja organisasi selama masa transisi ini” sebut Heryansyah Daulay, yang juga menyatakan kesiapan Imigrasi Tanjung Pandan untuk mendukung kinerja Direktur Jenderal Imigrasi yang baru.
Terakhir, segenap jajaran Kantor Imigrasi Tanjung Pandan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh visi dan misi Direktur Jenderal Imigrasi yang baru demi kemajuan instansi.
Kantor Imigrasi Tanjung Pandan Gelar Buka Puasa Bersama Panti Asuhan Nur Annisa Fitriani
Tanjung Pandan – Suasana penuh keakraban terlihat di musala tepi kota itu. Pegawai Kantor Imigrasi duduk bersama anak-anak panti, menikmati hidangan berbuka dengan canda tawa yang sederhana namun penuh makna. Tidak sekadar buka puasa bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi cerita, doa, dan harapan.
Momen tersebut terlihat saat Kantor Imigrasi Tanjung Pandan menggelar acara buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Nur Annisa Fitriani untuk mengisi bulan Ramadhan yang menghadirkan suasana hangat penuh rasa syukur, mengisi momentum kebersamaan dan kepedulian.
Plh. Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Pandan, Irvianansyah Maha Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat Tanjungpandan.
“Jangan dinilai dari besar kecilnya tetapi mohon diterima ketulusan kami, Kantor Imigrasi Tanjung Pandan untuk berbagi” ujar Irvi.
Sementara itu, Dedi mewakili pihak panti asuhan mengapresiasi kegiatan Kantor Imigrasi Tanjung Pandan yang menjadi simbol harapan di bulan Ramadhan.
“Kami sangat bersyukur atas kepedulian yang ditujukan kepada kami melalui kegiatan buka puasa bersama dan sedekah ini, Insyaallah berkah dan bermanfaat” ungkap Dedi.
Sebelum melaksanakan buka puasa bersama, acara ini diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Ayi yang menekankan tentang rasa syukur dan saling berbagi.
“Saya terharu bahwa sore ini kami menjadi bagian dari kegiatan Kantor Imigrasi Tanjung Pandan yang memberikan sedekah kepada anak anak istimewa ini” ujar Ustadz Ayi.
Ustadz Ayi juga menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang spesial.
Acara ditutup dengan pemberian sedekah dari Kantor Imigrasi Tanjung Pandan dan dilanjutkan doa bersama, agar acara ini bisa membawa keberkahan, kebahagiaan, dan semangat berbagi bagi seluruh peserta. Bagi anak-anak panti, momen ini bukan hanya sekadar berbuka, tetapi juga pengalaman berharga merasakan perhatian dan kebersamaan dari masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Tanjung Pandan menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi pelayanan publik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap berbagi kebahagiaan.


